Forsmunsa Sukoharjo
26Mar/12Off

Strategi Menghadapi Ujian

MENYIAPKAN UJIAN

Kita sudah mengalaminya berkali-kali. Namun entah cheap cialis online mengapa pengalaman tersebut tidak membuat kita terbiasa. Ujian, apapun namanya dan bentuknya, tetap saja membuat kita buy viagra soft tabs tegang dan merasa tidak nyaman.

interest free cash advance credit card

Tenang, kita tidak sendirian. Sensasi seperti itu dirasakan oleh hampir semua orang. Bahkan pengajar kita sekali pun, sangat mungkin pernah merasakannya ketika masih sekolah dulu.

Ujian memang tidak dapat mengukur secara akurat prestasi belajar kita. Bisa saja kita telah belajar dengan serius selama satu semester, namun karena panic yang luar biasa atau sea lainnya, kita hanya mendaoat nilai yang sangat pas-pasan. Akan tetapi, ujian merupakan indicator yang baik untuk memberikan gambaran pada penilai mengenai kerja kita dalam belajar.

Biar bagaimana pun, ujian adalah sesuatu yang harus dilalui. Namun, ia masih dapat kita siasati dengan persiapan dan strategi yang tepat.

PERSIAPAN SEBELUM UJIAN

1. Menyediakan Cukup Waktu

Mungkin ada orang-orang di sekitar kita yang hanya belajar beberapa jam sebelum ujian dan mendapat nilai yang bagus. Jangan bandingkan diri kita dengan mereka. Belajar adalah sebuah proses. Wajar saja bila proses tersebut utuh waktu yang cukup.

2. Memperhatikan di Kelas

Ketika membicarakan persiapan sebelum ujian, yang umumnya terpikir adalah berapa lama kita harus belajar sebelum ujian. Semalam ? Dua malam ? Sayangnya, ternyata cara yang paling efektif dalam menghadapi ujian adalah memperhatikan selama di kelas.

Bahkan semua yang kita lakukan selama masa sekolah, termasuk praktikum, ulangan harian maupun tugas, adalah persiapan kita menghadapi ujian. Perhatikan saja, tidak jarang soal ujian menyerupai apa yang diberikan untuk tugas, atau ulangan harian. Maka dari itu, hindari seisa mungkin mengerjakan tugas dengan asal-asalan atau sekedar copy-paste dari pekerjaan teman. Memahami apa yang kita kerjakan akan sangat membantu dalam ujian.

3. Mengetahui Apa yang Harus Dipersiapkan

Sebelum menghadapi ujian atau tes, tanyakanlah pada diri kita sendiri :

-          Apakah ini ulangan harian, UTS, UAS atau apa ?

-          Materi mana saja yang menjadi bahan ujian tersebut ?

-          Berapa lama kira-kira waktu yang diperlukan untuk tes tersebut ?

-          Apa tipe pertaannya ? Esai, Isian Singkat, Multiple Choice atau apa ?

-          Bagaiman system penilainnya ?

-          Berapa bobotnya

dalam keseluruhan penilaian mataujian tersebut ?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu kita jawab karena akan berkaitan dengan apa yang akan kita persiapkan untuk menghadapi ujian tersebut.

4. Miliki Soal Tahun Lalu

Salah satu jurus yang paling ampuh untuk menghadapi ujian adalah dengan mengetahui tipe soal yang akan keluar, yaitu dengan mencari tahu mengenai soal-soal yang pernah keluar di tahun-tahun sebelumnya. Jangan ragu bertanya kepada kakak kelas yang sudah pernah mengalami ujian tersebut. Dengan memiliki soal tahun lalu, kita dapat belajar dengan lebih tepat sasaran dan tidak perlu menghabiskan waktu berlarut-larut di bagian yang peluang munculnya di ujian sangat kecil.

5. Belajar Kelompok

Punya teman belajar akan sangat mendukung kita dalam belajar sungguh-sungguh. Coba saja belajar saat teman-teman yang lain sedang asyik nonton TV. Tentunya kita juga akan sulit berkosentrasi. Belum lagi celutukan dari teman yang menganggap kita “terlalu rajin”

Sebaliknya, ila kita mempunyai teman belajar yang sama atau bahkan lebih rajin, kita akan terpacu untuk belajar. Berikut adalah beberapa keuntungan lain yang diperoleh dari belajar bersama :

-          Melihat materi ujian dari perspektif yang berbeda

-          Diingatkan akan bagian yang mungkin kita lewatkan

-          Bisa saling mengajari kalau ada yang kurang dimengerti

-          Melatih kita menyempaikan pemikiran mengenai materi tersebut.

-          Memotivasi kita dalam belajar

6. Lakukan Simulasi Ujian

Simulasi ujian. Ide ini mungkin terdengar konyol tapi cobalah. Kerjakan soal-soal tanpa membuka buku atau pun catatan sedikit pun. Batasi juga waktu pengerjaan, seperti ujian sungguhan. Kita mungkin akan sangat terkejut untuk mengetahui tingkat pemahaman kita yang sesungguhnya.

7. Siapkan Peralatan

Jangan lupa menyiapakan semua kebutuhan ujian, pulpen, pensil 2B, karet peghapus standar, penggaris dan yang paling penting adalah Kartu Ujian bila memang disyaratkan adanya kartu ujian.

8. Cukup Tidur

Siapapun akan sulit berkosentrasi bila terlalu letih. Maka tidurlah setidaknya enam jam sebelum hari ujian. Penelitian membuktikan bahwa tidur dalam kadar waktu yang cukup bukanlah membuang-buang waktu. Pada saat kita tidur, otak melakukan reorganisasi data yang dimilikinya. Dengan kata lain, apa yang kita pelajari justru akan semakin melekat dengan tidur. Sekali lagi, ini salah satu alas an mengapa sebaiknya kita tidak menggunakan system belajar kebut semalam. Siapa yang bias tidur nyenyak kalau bahan ujian masih banyak bahan ujian yang belum tersentuh ?

MENJALANI UJIAN

Belajar ? Sudah. Berdoa ? Sudah. Sekarang tinggal menjalani ujian itu sendiri. Kadang, walau persiapan telah lumayan matang, kita tetap saja melakukan kesalahan-kesalahan ketika ujian yang membuat nilai kita tidak maksimal. Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan kesalahan-kesalahn tersebut

1. Baca Instruksi Soal

Jangan sampai kita sudah bersusah payah, ternyata pengerjaannya tidak sesuai dengan yang diminta. Melihat soal sekilas secara keseluruhan juga akan memberi kita bayangan tentang soal mana yang berbobot paling tinggi, yang paling mudah dan seterusnya. Selain itu, perhatikan juga bila ada soal-soal yang dikoreksi sebelum kita mengerjakan.

2. Kerjakan yang Mudah Dulu

Soal ujian memang biasanya diatur sedemikian rupa sehingga ada soal yang relative mudah, sedang dan susah. Nah, sebaliknya kerjakan dulu yang kita kuasai. Selain baik dari segi efektivitas waktu, hal ini juga akan membuat kita lebih percaya diri untuk mejawab sisa soal lainnya.

3. Menebak

Bila tidak tahu jawaban pada jenis soal pilihan ganda, pertama eliminasilah pilihan yang pasti salah. Lalu, lihatlah sisa pilihan dan pikirkanlah, jawaban mana yang paling masuk akal. Tebak saja, kecuali bila kita dikenakan pemotongan nilai untuk jawaban yang salah.

4. Meredakan Tegang

Sedikit tegang itu wajar, tapi kalau berlebihan tentu tidak baik juga nantinya. Untuk mengurangi ketegangan, tarik nafas yang dalam. Bernafaslah dengan ritme yang teratur dan tenang. Lakukan peregangan. Bila mungkin, minumlah air putih beberapa teguk. Jangan terlalu memperdulikan teman yang cepat meninggalkan ruang ujian atau terlihat begitu percaya diri menulisnya. Percaya saja bahwa kita juga sudah berusaha. Dan tentu jangan lupa berdoa.

5. Jangan Mencontek

Ide mencontek memang menggiurkan. Tidak perlu repot-repot belajar serius, cukup melirik pekerjaan teman, atau ke contekan yang telah dipersiapkan, beres deh. Tapi, lupakanlah mencontek. Selain dosa, mencontek hanya menipu diri sendiri.

Dalam dunia nyata nantinya, tidak aka nada lagi orang yang bias dicuri pekerjaannya semacam itu. Kita hanya bisa mengandalkan kemampuan diri sendiri. Lagipula, belum tentu lho teman kita itu lebih tahu dari kita. Jangan-jangan dia juga sama tidak mengertinya.

Walau terdengar sulit dipercaya, nilai bukan segalanya. Yang kelak akan dinilai dari kita di dunia nyata adalah bagaimana kemampuan dan kesungguhan kita mengerjakan sesuatu. Bukanlah berapa tinggi prestasi akademik kita, itu hanyalah penunjang.

Ujian memang terlihat sangat penting, tapi toh kalau mau jujur, sekian tahun dari sekarang tidak aka nada yang terlalu peduli berapa nilai yang kita dapat pada ujian akhir. Yang membekas dari masa-masa sekolah dan kuliah adalah karakter. Dan itu yang bias kita bentuk, salah satunya dengan tidak mencontek.

Percayalah, keuntungan mencontek itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan resikonya. Kita bisa terkena pemotongan nilai, diberi nilai nol bahkan tidak lulus sekaligus merusak reputasi diri sendiri.

[  www.izwahyudien.wordpress.com ]

write essay for me
zp8497586rq

Posted by Wahyudien Saputra

Filed under: Nasehat Comments Off
Comments (0) Trackbacks (0)

Sorry, the comment form is closed at this time.

Trackbacks are disabled.