Forsmunsa Sukoharjo
20Nov/11Off

Realisasi Cinta Kepada Rasul

قَالَ رَسُلُ اللَّهِ  :

how to stop payday loan payments; payday loans no credit check no guarantor no fees

cash advance danville ky; payday loan yes

((لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ))

Rasulallah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Tidak beriman (dengan keimanan yang sempurna) salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintai dari bapaknya, anaknya, dan semua manusia. (HR. Bukhari dan Muslim)

Mungkin masalah cinta kepada Rasul Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam bukanlah

hal yang asing di telinga kita, karena memang beliaulah orang yang wajib dicintai melebihi cintanya seseorang kepada kedua orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia bahkan dirinya sendiri. Akan tetapi bila menilik fenomena yang terjadi di masyarakat kaum muslimin, niscaya kita dapati sebagian mereka, karena merasa sangat cinta kepada Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam sampai melakukan hal-hal yang berlebihan kepada beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam. Sedang sebagian meremehkan beliau.

Lalu bagaimanakah sikap yang benar dalam mewujudkan bukti cinta kita kepada beliau? Ikutilah penjelasan berikut!

Mengenal Siapa Beliau

Beliau adalah makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang paling mulia di persada bumi ini, penutup para nabi, Muhammad bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf.

Kabilah beliau adalah Quraisy dan beliau hidup dalam keluarga Bani Hasyim yang dikenal kemuliannya. Ibu beliau bernama Aminah binti Wahb dari keluarga yang mulia pula. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan beliau sebagai nabi sekaligus rasul dari keturunan yang terpilih. Sebagaimana sabda beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَي كِنَانَةَ مِنْ وَلَدٍ إِسْمَاعِيْلَ, وَاصْطَفَي قُرَيْشَا مِنْ كِنَانَةً, وَاصْطَفَي مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِيْمٍ, وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِيْمٍ.

“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari anak keturunan Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan Dia memilihku dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim no: 2276)

Konsekuensi Syahadat Rasul

Setelah mengetahui kemulian diri dan nasab beliau, setelah bersaksi bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah, kita dituntut untuk melakukan beberepa hal di bawah ini sebagai bentuk konsekuensi pengakuan kita. Yaitu:

1.   Membenarkan Berita Yang Beliau Bawa

Khabar yang beliau sampaikan mencakup semua perkara yang berkenaan dengan ajaran Islam. Maka tidaklah pantas bagi seorang muslim untuk menolak dan membantah apa yang beliau kabarkan meskipun bertentangan dengan hawa nafsu, pendapat, atau akalnya. Orang yang berakal sehat tentu tidak akan menentang khabar dari Rasulullah Shalalllahu

‘Alaihi Wasallam. Kita ambil contoh, seorang sahabat mulia, Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu. Mengapa beliau digelari “Ash-Shiddiq” (yang sangat membenarkan)? Hal ini dikarenakan sikap beliau Radhiyallahu ‘Anhu yang senantiasa membenarkan setiap apa yang diberitakan oleh Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau ketika dikabarkan tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam yang menggemparkan dan tidak masuk akal (menurut orang-orang Quraisy), beliau dengan tegas berkata: “Bila itu perkataan Muhammad, maka saya percaya karena dia tidak berbicara dengan hawa nafsunya, bahkan lebih mustahil dari hal itu sekalipun. Saya membenarkan berita dari langit.” Allahu Akbar, begitu kokohnya iman Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu ketika banyak orang mendustakan, dialah orang yang dengan tegas membenarkannya. Dan sikap seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim.

2.   Mentaati Perintah Beliau

Mentaati Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam merupakan kewajiban setiap muslim. Tidak boleh mendahulukan ketaatan kepada seorang pun selain beliau. Bahkan mentaati beliau merupakan bukti cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ

, there are a few things you need to look out for.

اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (٣١) قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ فإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (٣٢)

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.” (QS. Ali Imran : 31-32)

مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظاً (النساء : ٨٠)

“Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka.” (QS. An-Nisa : 80)

3.   Menjauhi Apa Yang Dilarangnya Dan Yang Dibencinya

Setiap apa saja yang beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam melarangnya, pasti terdapat bahaya yang ada di balik itu, baik dari sisi agama maupun dunia. Sebagaimana apa yang beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam perintahkan juga terdapat manfaat di dalamnya. Demikian sifat Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam begitu pula para da’i yang ingin mengikuti beliau dalam mengajak manusia ke jalan Allah. Beliau sangat menginginkan keselamatan umatnya dari adzab Allah. Oleh karena viagra sale/a rel="nofollow"> itu beliau memerintahkan suatu perkara dan juga melarang perkara lainnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ (التوبة : ١٢٨)

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kalangan kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Perhatikanlah wahai kaum muslimin! Bagaimana para sahabat Nabi Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan khamar. Dengan serentak setelah mendengarkannya, mereka memecahkan kendi-kendi mereka dan tidak akan pernah meminum lagi tanpa ada sanggahan.

Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim hendaklah bersegera mentaati apa saja yang Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam perintahkan sesuai kemampuan kita dan menjauhi apa sala yang beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam larang.

bc.html" rel="nofollow">cheapest place to buy dog food

39;sans-serif';">4.   Tidak Beribadah Kecuali Dengan Syariatnya

Ini adalah tuntutan keempat dari persaksasian kita bahwa beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam hamba dan utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu kita tidak boleh beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali dengan syariat yang belau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam bawa, bukan dengan syariat selainnya. Baik itu syariat rasul sebelum beliau atau syariat yang selainnya. Dan telah kita ketahui bahwa suatu amalan akan diterima bila terpenuhi dua syarat:

·      Ikhlas benar-benar mengharap wajah Allah

Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ وَإِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِخْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِخْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَ رَسُوْلِهِ, وَمَنْ كَانَتْ هِخْرَتُهُ لِدُّنْيَا يُصِيْبُهَاأَوْامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَافَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan itu disertai niat, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya untuk Allah dan rasul-Nya, maka hijrahya tersebut untuk Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya ke arah apa yang ia tuju.” (HR. Bukhari Muslim)

·      Sesuai dengan syariat Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam

Sabda Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam:

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَامَالَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ (وَ فِيْ رِوَايَةٍ) مَنْ عَمِلَ عَمَلًالَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami apa yang tidak ada padanya maka urusan tersebut tertolak”. Dalam riwayat lain “Barang siapa yang mengerjakan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apakah Bukti Cinta Kita Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan Rasul-Nya Dengan Melakukan Amalan-Amalan Baru?

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, maka kita jawab: Tidak boleh seseorang yang mangaku cinta kepada Allah dan Rasul melakukan amalan baru yang tidak disyariatkan. Karena bukti seseorang benar-benar cinta Allah dan Rasul adalah mentaati dan mengikuti syariat Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam bukan malah melakukan amalan-amalan baru. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (آل عمران : ٣١)

“Katakanlah : ”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.. “ (QS. Ali Imran: 31)

Bahkan amalan yang dilakukan tersebut sia-sia, tertolak dan tak berpahala. Nabi Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam memperingatkan hal ini dalam sabdanya:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَسَاتِ اْلأُمُوْرِفَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٍ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

“Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang diada-adakan karena setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

Wahai para pengikut Muhammad! Tegakah kalian melemparkan diri kalian ke dalam neraka hanya karena amalan bid’ah kalian viagra canada prescription kerjakan? Tentu saja orang yang berakal lebih memilih untuk viagra online canada selamat dari yang demikian itu.

Mengikuti Syariat Beliau, Bukti Cinta Kita

Setelah memahami penjelasan di atas, kita akan terdorong untuk tidak sembarangan dalam melakukan amalan-amalan yang sifatnya ibadah. Hendaknya yang kita lakukan pertama kali ketika akan melakukan amalan-amalan atau acara-acara yang berbau ibadah adalah bertanya kepada diri kita atau kita pikirkan ‘Apakah amalan ini disyariatkan Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam atau pernah dinukil oleh para ulama sehingga sampai kepada kita bahwa para sahabat, generasi terbaik umat ini yang dipuji oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam membuktikan cinta mereka kepada Rasulullah, mereka mengamalkan amalan-amalan baru atau memperingati maulid beliau? Kalau tidak, berarti kita menyangka diri kita lebih tahu dari pada mereka, padahal sudah kita ketahui siapakah yang paling tahu dan paling bersemangat terhadap amalan yang terhadap bahayanya.

لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُـوْنَا إليْهِ

“Andai itu baik, niscaya para sahabat bersegera mendahului kita mengamalkannya.”

Bahkan mereka dalam membuktikan cinta mereka kepada Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam dengan menghidupkan syariat beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam bukan dengan mengamalkan amalan baru dalam agama ini. Oleh kerena itu janganlah terpengaruh dengan perkataan sebagian orang: ”Itu kan syiar islam! Niat kami baik.” Maka kita katakan: “Tidaklah amalan itu dikatakan syiar islam kalau tidak bersesuaian dengan syariat islam, baiknya niat tidaklah cukup kalau tidak sesuai dengan syariat!”

Demikianlah penjelasan tantang cinta Rasul, sebelum kita tutup kita perhatikan ungkapan indah dari seorang penyair tentang cinta sejati.

إنْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقًا فَلأَطَعْتَهُ

إنَّ المُحِبَّ لِمَنْ يُحِبُّ مُطِيْـعٌ

Andaikan eksistensi cintamu itu benar niscaya engkau akan mentaatinya

Sesungguhnya orang yang mencintai itu kepada yang dicintai ia patuh

Itulah ungkapan seoarang penyair yang begitu indah. Sehingga orang yang mengaku cinta kepada Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam, namun dia tidak mentaatinya, dia melakukan amalan yang tidak beliau Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam cintai maka kita katakan cintanya tidak benar. Karena seseorang itu dikatakan mencintai Rasul secara benar bila ia membangun ibadah kepada Allah  di atas syariat Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wasallam. Wallahu a’lam.

 

Disusun oleh: Ahmad Darmawan

 

(Disadur dari buletin al-minhaj edisi ke duapuluh tujuh – 4 Rabiul Awwal 1428 H / 23 Maret 2007 M)

zp8497586rq
zp8497586rq
credit card debt settlement
zp8497586rq

Posted by Danu Kusuma

Filed under: Nasehat Comments Off
Comments (0) Trackbacks (0)

Sorry, the comment form is closed at this time.

Trackbacks are disabled.

Doa dan Dzikir

Info Kajian

Nasehat

Kesehatan

Fatwa

Recent Posts

Meta


Komentar Terakhir

Jadwal Kajian

Radio Online

Radio Suaru Qur'an:: 94,4 FM Sukoharjo

Radio Lainnya

Hostinger